dosen DOSEN ADALAH PENDIDIK PROFESIONAL DAN ILMUWANDosenPERCEPATAN SERTIFIKASI DOSEN PTAI TAHUN 2012. Read more ... » zaman sekarang bukan lagi menjadi golongan ‘elit’ alias ekonomi sulit. Tapi memang menjadi golongan elit dalam strata kelompok masyarakat yang profesional dan bergaji lumayan. Kalau dulu ‘dosen’ sering diplesetkan dengan kerjaannya satu ‘kardos’ dan penghasilannya satu ‘sen’. Namun sekarang, dosen sama dengan tenaga profesional lainnya seperti dokter, arsitek maupun pengacara. Setiap bulannya dosen memperoleh gaji pokok, tunjangan fungsional dan tunjangan profesi jika sudah lulus sertifikasi dosen. Bahkan jika dosen tersebut sudah Guru Besar, akan memperoleh 2 kali dari gaji pokok pada setiap bulannya.

Sebagai pendidik profesional tentunya bagi dosen meniscayakan ada peningkatan dalam hal pembelajaran dan pendidikan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya. Bukan sebaliknya dengan gaji yang tinggi tetapi tidak ada korelasi positif dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan seorang dosen. Tentu hal itu sangat naif bila terjadi pada setiap perguruan tinggiMEMBANGUN INTEGRITAS AKADEMIK PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA. Read more ... ». Sebagai dosen profesional dalam syarat undang-undang dan peraturan pemerintah harus mempunyai minimal kualifikasi S2, bersertifikat pendidik, berkompetensi baik kompetensi paedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Selain syarat di atas, ada tambahan syarat lagi harus sehat jasmani dan ruhani serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Pada syarat kualifikasi akademikMEMBANGUN INTEGRITAS AKADEMIK PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA. Read more ... », seorang dosen dituntut untuk linear bidang keahliannya. Sejak S1 dan S2 seharusnya program studi yang diambil dan dijadikan keahlian akademiknya adalah sama kajiannya. Begitu juga dengan sertifikat pendidik yang diperoleh oleh seorang dosen harus juga linear dengan kualifikasi akademik yang disandangnya. Jika program S1-nya mendalami Bhs. Inggris maka S2 dan sertifikat pendidik profesional seorang dosen juga tertera sebagai pendidik Bhs. Inggris.Maka dari hal itu semua akan berdampak juga pada kompetensi-kompetensi berikutnya.

Kompetensi paedagogik seorang dosen dengan sertifikat pendidik Bhs. Inggris seyogyanya dimanifestasikan saat sang dosen mengajar dan mendidik mata kuliah bahasa Inggris.Seorang dosen dituntut piawai di dalam menjelaskan mata kuliah, membuat perencanaan pembelajaran, mendesain kelas, merancang evaluasi dan penilaian proses pembelajaran, mengembangkan kurikulumnya dan sejumlah kemampuan peadagogik lainnya terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris. Ke-profesionalitas-an seorang dosen juga sepatutnya ditunjukkan dengan kesungguhannya dalam mengajar dan mendidik dengan sepenuh jiwa dan totalitas dalam mencintai serta mengajarkan bahasa Inggris misalnya. Selanjutnya, pada kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian seorang dosen selain secara sosial mampu berinteraksi dengan komunikatif, bersahaja dan bersahabat dengan sesama guru, anggota masyarakat dan tetangga sekitarnya, dia juga secara sosial dituntut untuk mampu berinteraksi melalui tulisan, percakapan dan pergaulan yang diekspresikan ke dalam bahasa Inggris sehingga berinteraksi dengan komunitas ‘Inggris’ manapun kompetensi itu tetap terjelma. Begitu juga terkait dengan kompetensi kepreibadian seorang dosen bahasa Inggris, dia secara pribadi harus menampilkan seorang pribadi ‘dosen’ atau ‘guru’ yang patut dijadikan cermin dan teladan bagi para mahasiswanya. Sifat dan karakter pribadi seorang dosen adalah bersifat pendidik dan berkarakter mulia yang selalu siap ditauladani oleh peserta didik dan masyarakat sekitarnya. Bukan berarti secara pribadi seorang dosen harus mempunyai kompetensi meniru-niru kepribadian dan sifat orang Inggris atau berkarakter ke-barat-barat-an (dalam arti pada hal-hal yang negatif), tetapi juga mengadopsi sifat dan karakter mereka yang positif menurut hemat penulis seperti sifat dan karakter disiplin, rasional, positive thingking dan semangat menimba serta mengembangkan ilmu, dan lain sebagainya, tentu saja hal itu sangat disarankan.

Dosen sebagai ilmuwan sebagai tuntutan undang-undang dan peraturan pemerintah di atas, diarahkan pada hakekat yang sebenarnya sebagai ilmuwan yang selalu mengutamakan pada pencaharian kebenaran di mana dan kapan pun dia berada. Dosen yang ilmuwan merupakan sosok yang selalu menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, otonomi keilmuan, kejujuran, keadilan dan akuntabilitas yang jelas pada setiap perkataan, tulisan, pikiran dan perbuatannya.

Dosen yang ilmuwan tidak mudah terkooptasi dengan kepentingan-kepentingan sesaat baik itu kepentingan politik, ekonomi, ideologi maupun lainnya sehingga kebenaran ilmiah dan otonomi keilmuannya diabaikan. Dosen yang ilmuwan adalah pribadi yang independen, merdeka dan terjadinya satu kata dengan perbuatan. Dalam melakukan penelitian, seorang dosen harus benar-benar bebas akademiknya dan tidak dipengaruhi oleh sponsor dari mana saja datangnya. Begitu juga terkait dengan publish terhadap hasil penelitiannya harus disampaikan dengan sejujurnya bahwa yang benar itu benar dan jangan sekali-kali dosen merubah dan memplintir data dan fakta yang sebenarnya. Demikian itulah profil seorang dosen yang ilmuwan.

Disamping itu, seorang dosen yang ilmuwan dlam jiwanya tumbuh berkembang ‘ruh ilmu’ sehingga ilmunya memancar menerangi para mahasiswa, masyarakat sekitar dan keberlangsungan ilmu pengetahuan. Dosen yang ilmuwan itu laksana sinar matahari yang nenberi manfaat luar biasa. Sinar matahari memberikan kehangatan, menumbuhkan tumbuhan yang berkembang terus sampai menjadi pepohonan, merubah kegelapan menjadi terang benderang dan lain sebagainya.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan….demikian amanat UU dan PP, serta itu juga yang menjadi harapan kita semua. Harapan bagi nusa, bangsa dan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>